Tampilkan postingan dengan label kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamera. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Mei 2019

Kamera dan Lensa Di Balik Film Marvel Cinematic Universe


Image via Chuck Zlotnick/Disney/Marvel.

Avengers: Endgame masih hangat gaungnya hingga hari ini. Salah satu film terbaik Marvel, yang banyak dikagumi atas pencapaian kualitas teknis maupun artistiknya. Untuk mencapai kualitas tingkat ‘dewa’ seperti itu tentu dibutuhkan berbagai tools produksi alias peralatan syuting, editing, compositing, dll. yang terbaik pula. Pada artikel kali ini kami akan sedikit membahas seputar jenis kamera dan lensa yang digunakan dalam proses produksi film Avengers: Endgame, serta film-film lain dalam Marvel Cinematic Universe.

Produksi film digital telah membuat pilihan lensa merupakan salah satu keputusan paling penting yang dapat dilakukan seorang sinematografer dalam hal desain visual. Mengingat tren baru-baru ini terhadap produksi film large format dan kamera kelas profesional, pilihan lensa bahkan menjadi semakin penting. Para filmmaker mengatakan bahwa sensor kamera saat ini yang lebih besar, menghasilkan pengalaman menonton yang lebih mendalam bagi pemirsa. Hal ini disebabkan perubahan dalam optik dan geometri lensa yang terus dilakukan para pabrikan lensa, untuk mencakup area tangkapan kamera yang lebih luas, serta menghasilkan isyarat kedalaman dan sudut pandang yang dekat dengan penglihatan manusia.

Untuk mencapai kualitas visual yang tinggi seperti itu di film Avengers: Endgame, DOP (Director of Photography) atau sinematografer Trent Opaloch bersama duo sutradara Anthony dan Joe Russo menjatuhkan pilihan pada lensa Panavision Sphero 65 dan Panatar APO.


Panavision Sphero 65
Sedangkan untuk kamera, pilihan dijatuhkan pada kamera ARRI Alexa 65 IMAX. Sebuah kamera digital 65 mm dengan resolusi 6K.
(sekedar info, kamera berkualitas tinggi ini tak dijual oleh produsennya. Melainkan hanya bisa disewa melalui ARRI Rental Group seharga 12 ribu-16 ribu dolar seminggu, berikut asuransinya senilai setengah juta dolar).  😲


ARRI Rental Group
Semua kamera dan lensa tersebut tak hanya digunakan untuk Avengers: Endgame, tetapi juga untuk film sebelumnya yaitu Avengers: Infinity War. Hal ini disebabkan kedua film tersebut di shoot secara back to back (berurutan, dianggap sebagai produksi 1 film) demi meminimalisir biaya produksi.
Selama masa-masa puncak kesibukan syuting Infinity War, Russo brothers pernah menggunakan hingga 12 kamera ALEXA IMAX, untuk menangkap ensemble/barisan para superhero. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Tetapi, tidak semua film-film superhero dalam MCU menggunakan kamera ARRI Alexa 65 IMAX. Beberapa jenis kamera pernah dipergunakan, tergantung selera masing-masing DOP serta tentunya tantangan khusus yang dihadapi dalam masing-masing film. Berikut ini kamera-kamera yang pernah dipakai dalam film-film MCU, diurut dari yang paling banyak dipakai (1 film bisa memakai lebih dari 1 jenis kamera):
  • ARRI (23 Film)
  • Panavision (8 Film)
  • Phantom (8 Film)
  • RED (7 Film)
  • Canon (7 Film)
  • Photosonics (2 Film)
  • Blackmagic (2 Film)
  • GoPro (2 Film)

Rasanya pemilihan kamera dan lensa diatas adalah pilihan yang sangat tepat, sebab Avengers: Endgame telah terbukti tampil sebagai sebuah karya film yang menakjubkan.



Senin, 15 Oktober 2018

Mengenal KAMERA FILM..

Jutaan film sudah dibuat orang sejak teknologi pembuatan gambar bergerak ini diperkenalkan pada awal abad 20. Kamera film sebagai alat produksi yang vital sudah banyak mengalami perkembangan sejak itu. Artikel kali ini ingin sekilas membahas mengenai kamera jenis ini. Dari pengertian, sejarah sampai pada perkembangan teknologinya. Silahkan simak ya guys.. 😊

Pengertian
Secara sederhana, kamera film adalah kamera khusus untuk membuat film. 
Ya iyalah.. 😅
Kamera ini mampu merekam serangkaian gambar tunggal (gambar still atau dalam dunia film disebut frame) secara cepat, sehingga rangkaian gambar tersebut tertampil sebagai ‘gambar bergerak’. Gambar bergerak ini yang disebut film. Beda dengan kamera foto, yang hanya mampu merekam 1 gambar dalam 1 waktu.

Sejarah
Terdapat beberapa tokoh yang berjasa mempelopori penemuan dan perkembangan cikal bakal kamera film. Mereka ini diantaranya adalah Francis Ronalds (Inggris), Wordsworth Donisthorpe (Inggris), Louis Le Prince (Perancis), William Friese-Greene (Inggris), William Kennedy-Laurie Dickson (Skotlandia), Charles Moisson (Perancis), Kazimierz Proszynski (Polandia), Leon Bouly, serta tentu Lumiere bersaudara (Perancis).

Sebagian gambar bergerak pertama yang berhasil direkam adalah suasana di jembatan Leeds dan suasana di Taman Roundhay (Roundhay Garden Scene) di Inggris, direkam oleh Louis Le Prince pada tahun 1888 menggunakan kamera lensa tunggal hasil karyanya sendiri. Roundhay Garden Scene ini dipercaya merupakan rekaman film tertua yang masih ada hingga sekarang.


Kamera pertama yang bisa dioperasikan dengan kedua tangan atau hand held, adalah Aeroscope yang dibuat dan dipatenkan oleh Kazimierz Proszynski, antara tahun 1909-1911.
Aeroscope - wikipedia.org

Lumiere bersaudara membuat gebrakan bersejarah dengan menayangkan 10 buah rekaman film pendek kepada publik pada 28 Desember 1895. Film-film itu dibuat dengan menggunakan sebuah kamera yang dinamakan Cinematographe, yang dibuat oleh Leon Bouly.
Cinematographe ini selain sebuah kamera, juga memiliki fungsi lain sebagai proyektor serta printer.
Cinematographe - wikipedia.org

Semua kamera diatas masih hanya mampu merekam gambar semata, belum mampu untuk merekam suara sekaligus. Kamera pertama yang mampu untuk merekam suara bersamaaan dengan gambar adalah Vitaphone, yang merekam film bersuara pertama ‘The Jazz Singer’ pada tahun 1927.
Jadi sebelum itu, untuk melengkapi film bisu saat ditayangkan di bioskop, disertakan live musik orkestra atau organ teater, kadang-kadan sound effects atau bahkan komentar dari aktor atau pemutar film. Lucu ya.. tapi epic ini 😊
Vitaphone - wikipedia.org

Sampai tahun 2000an, semua film di shoot menggunakan kamera dengan pita seluloid sebagai media rekamnya.
Baru pada tahun 2010an, teknologi digital pada kamera mulai digunakan secara luas.

Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) adalah salah satu varian kamera yang sangat banyak digunakan untuk memproduksi video pada saat ini. Produsen terbesar dari produk ini adalah Canon, Nikon, Leica dan Sony.
Sementara untuk segmen film, produsen terbesar kamera digital adalah Arri, Red Digital Cinema, Sony, Blackmagic Design dan Panavision.

RED Camera - Flickr

Perkembangan Teknologi
Kamera film yang diproduksi sebelum Perang Dunia II sering menggunakan format film seluloid 9,5 mm. Format jenis lain misalnya 8mm, 16mm, dan 35 mm.

Seperti sedikit disinggung diatas, kamera film menangkap serangkaian gambar-gambar still dalam satu waktu. Selanjutnya nanti di bioskop, proyektor memutar gambar-gambar itu dengan kecepatan tertentu yang disebut fps (frame per second). Pada tingkatan kecepatan tertentu itulah, mata dan otak manusia menangkapnya sebagai ilusi gambar bergerak.

Kamera film awal ditempatkan ke kepala tripod dengan hanya perangkat leveling yang sederhana. Kamera-kamera ini lalu disesuaikan posisinya selama pengambilan gambar, dan gerakan kamera pertama adalah hasil pemasangan kamera pada kendaraan yang bergerak. Lumière bersaudara mengambil adegan dari bagian belakang kereta pada tahun 1896.


Pada tahun 2010an, era digital dimulai.
Jadi kalau sebelumnya film direkam menggunakan pita seluloid, maka dengan sistem digital data direkam secara elektronis. Sistem ini dengan cepat mengubah cara pembuatan film. Pertama kali digunakan untuk membuat efek khusus dan film animasi, kamera digital menjadi lebih umum di set film pada akhir 1990-an. Pada tahun 2002, film George Lucas, Star Wars: Episode II - Attack of the Clones menjadi film panjang utama pertama yang di-shoot seluruhnya menggunakan kamera digital.

Jadi gambar dan suara ditangkap oleh kamera, lalu diubah menjadi sinyal elektronik. Kemampuan untuk langsung memutar kembali rekaman dan dengan cepat, lalu mentransfernya ke komputer untuk diedit membantu mempercepat waktu pasca produksi.

Standar Industri:

  • Kecepatan frame standar untuk film adalah 24 fps. 
  • Menggunakan pita seluloid selebar 35 milimeter, walaupun ada banyak format film lainnya. 
  • Aspect ratio standar untuk film adalah 1,66, 1,85, dan 2,39 (anamorphic). 
  • Video dalam sistem NTSC (umum dipakai di Amerika Utara dan Jepang) diproduksi dan ditayangkan pada 29.97 fps; sedangkan sistem PAL (umum di sebagian besar negara lain) bermain di 25 fps. Kedua sistem televisi dan video ini juga memiliki resolusi dan pengkodean warna yang berbeda. 
  • Aspect Ratio untuk video adalah 4: 3 (1,33) untuk layar penuh dan 16: 9 (1,78) untuk layar lebar.


Kamera yang banyak dipakai sineas Hollywood:

1. RED Epic Dragon
harga: 26 ribu-50 ribu dollar Amerika
film yang menggunakan kamera ini: Transformer: Age of Extinction, Gone Girl, The Martian, dll.

2. PANAVISION Genesis
harga: 90 ribu dollar Amerika, sudah termasuk lensa tambahan
film yang menggunakan kamera ini: Captain Amerika The First Avenger, Robin Hood, Zombieland, dll.

3. SONY Cinealta F65
harga: 65 ribu dollar Amerika
film yang menggunakan kamera ini: Lucy, Oblivion, Evil Dead, dll.

4. ARRICAM ST
harga: 150 ribu dollar Amerika
film yang menggunakan kamera ini: The Grand Budapest Hotel, The Imitation Game, dll.

5. ARRICAM LT
harga: 175 ribu dollar Amerika
Film yang menggunakan kamera ini: Taken 3, Furious 7, The Big Short, Bridge of Spies, dll.